jump to navigation

Etika Menggunakan Lampu Jauh/BEAM (Mobil, Motor). Penting!!! May 11, 2011

Posted by Panji Mitiqo Al-Farouk in Dunia Otomotif.
trackback

Silau

Setelah baca tulisan dari blog sebelah tentang “Hal yang baik yang seharusnya dilakukan ditempat umum”, saya rasa masih sangat banyak contoh lain yang harus dilakukan. Terutama dalam berlalu-lintas. Kali ini tentang lampu jauh.

Kita tahu kalau di setiap kendaraan bermotor terdapat berbagai macam lampu di depan. Mulai dari “lampu sore”, “lampu pendek”, dan “lampu jauh”. Bahkan tidak jarang mobil masa kini banyak yang dilengkapi “foglamp”. Sekarang kita bahas lampu jauh saja.

Matikan lampu jauh setiap kali ada orang di seberang ataupun di depan Anda.

“Kenapa? Lampu jauh kan lebih terang? Seharusnya dengan lampu jauh lebih aman dong?” Jawabannya “””tidak lebih aman””””.Lampu jauh, atau lampu yang di panel berindikator gambar lampu berwarna biru hanya didesain untuk digunakan di daerah yang mengalami kegelapan benar-benar pekat (tidak ada lampu jalan, tidak ada kendaraan di depan yang menerangi jalan) sehingga tidak memungkinkan pengguna kendaraan melihat jauh ke depan. Sedangkan untuk kegelapan normal, lampu dekat yang digunakan.

Arah sorotan lampu dekat membentuk sudut yang mengarah ke jalan. Sedangkan lampu jauh menyorot ke depan sejajar dengan jalanan. Tidak jarang lampu jauh memang lebih terang dibandingkan lampu dekat.

Lambang indikator lampu jauh pada kendaraan motor/mobil

Memang lampu jauh lebih terang dibandingkan lampu dekat. Tetapi lampu jauh menyorot ke depan sejajar jalanan sehingga dampaknya adalah silau bagi orang lain. Orang lain tidak hanya berarti pejalan kaki, namun juga pengguna kendaraan. Menyilaukan bagi lawan arah: tidak hanya bagi pengendara kendaraan bermotor lain, tetapi juga pejalan kaki. Menyilaukan bagi pengendara di depan, karena sorotan lampu jauh itu sangat menyilaukan di spion. Tentu mengganggu pengelihatan. Efek dari silau ini adalah kecelakaan.

Sayangnya di Jakarta banyak sekali pengemudi kendaraan terutama sepeda motor yang menyalakan lampu jauh. Terutama pengendara sepeda motorKurang terangkah jalanan di Jakarta?

Matikanlah lampu jauh. Walaupun lebih gelap sedikit, namun setidaknya sudah ada lampu jalan yang membantu menerangi jalan.

Lampu jauh pada sepeda motor

Atau kalau bisa, matikan lampu jauh selamanya jika tinggal di daerah yang terang. Banyak manfaat dari mematikan lampu jauh, antara lain:
1. Sopan terhadap orang lain.
2. Meminimalisir kecelakaan.
3. Mengurangi polusi cahaya.
4. Terhindar dari umpatan orang lain.

Itu baru 4, belum lagi manfaat lainnya jika masih ada.

Namun bila pembaca tetap bersikeras untuk menggunakan lampu jauh, tolong: matikanlah setiap ada orang lain di depan atau dari lawan Anda.

Semoga kepolisian lebih memperhatikan hal kecil yang bermanfaat seperti ini. Dan bagi Anda yang membaca tulisan ini, mohon disebarkan untuk kepentingan bersama. Kita masih mau dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi, bukan?

Etika Menyalakan Lampu

Menggunakan lampu yang benderang saat mengemudikan mobil di malam hari sungguh menyenangkan. Apalagi bila sedang memanfaatkan lampu jauh (beam), bentangan jalanan di depan mata terasa nyata hingga detailnya.
Tetapi,  tidak demikian bagi kendaraan yang hendak berpapasan dengan kita. Akibat nyala benderang, silau pun bakal menyergap pengemudi dari arah berlawanan itu. Demikian pula yang kita alami bila pengemudi dari arah berlawanan melakukan hal serupa. Selain sangat menyiksa, kondisi ini sangat membahayakan, karena bisa saja kecelakaan tak dapat dihindari.

Lampu jauh mobil yang menyilaukan pengendara di depannya

Lalu bagaimana bila menghadapi mobil dengan lampu menyilaukan menuju arah kita. Berikut sejumlah etika bermain lampu saat mengemudi di malam hari. Cara-cara ini wajib dijalankan, khususnya saat melakukan perjalanan malam dengan kondisi lalulintas amat padat.

1. Jika berpapasan dengan mobil yang memakai lampu jauh (beam) cepat beri kode agar mobil lawan segera mengganti dengan lampu pendek (dim), dengan cara memberi kedipan lampu jauh. Bila kegiatan ini tak ditanggapi, kurangi kecepatan mobil dan pastikan jarak aman saat berpapasan.

2. Hindari menggunakan lampu jauh pada saat bersamaan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Pantulan balik akibat benturan antarpartikel cahaya berpeluang besar menciptakan kecelakaan.

3. Anda boleh saja menggunakan lampu jauh bila keadaan jalan di depan sepi dari kendaraan lain, baik yang searah maupun berlawanan arah.

4. Bila bermaksud mendahului kendaraan di depan, sebaiknya memberikan kode dengan sorot lampu jauh dalam waktu sekejap, diikuti dengan menyalakan lampu sign kanan. Penggunaan lampu jauh dalam waktu lama saat hendak mendahului sangat tidak disarankan. Sebab, pantulan cahaya pada seluruh kaca spion akan menyilaukan pengemudi yang akhirnya dapat membahayakan keamanan kedua mobil yang saling mendahului tersebut.

5. Bila menemui pengemudi yang membuntuti terus menyalakan lampu jauh, jangan kemudian menekuk spion mobil anda. Ini bahaya karena keadaan di belakang mobil justru tidak dapat terpantau. Beri peringatan mobil di belakang itu dengan cara sesekali menginjak rem tanpa harus mengurangi kecepatan. Bila tanda itu tak dihiraukan, berarti pengemudi di belakang kurang beradab. Geserkan sedikit posisi mobil anda ke kiri lalu nyalakan sign kiri, biarkan mobil tersebut mendahului.

Sorot lampu jauh yang menyilaukan

Nasehat menyalakan lampu

Bagi pengemudi yang jarang melakukan perjalanan ke luar kota, apalagi di malam hari, mutlak harus mengerti perbedaan karakter menggunakan lampu demi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Beda karakter tersebut akibat adanya sistem tata lalu lintas yang tak sama antara kawasan perkotaan dan jalanan antar kota.

Pengunaan lampu jauh pada kondisi yang sangat gelap saja

Selain, lalu lintas luar kota cenderung menyatu antara dua jalur dari arah berlawanan, penerapan jalanan pun amat minim. Kondisi inilah yang membuat adanya etika menggunakan lampu yang berbeda dengan umumnya kegiatan mengemudi di dalam kota. Berikut ini beberapa nasihat yang bisa dijadikan pegangan saat bepergian ke luar kota.

Bila berpapasan dengan mobil lain yang menggunakan lampu jauh (beam) secara terus menerus, jangan cepat panas hati dan membalasnya menyalakan beam mobil Anda. Menghadapi itu, beri kode dengan mengedipkan lampu jauh dua hingga tiga kali. Pengemudi yang mengenal etika pasti akan segera menganti lampu pendek (dim) demikian dari arah berlawanan memberi kode dengan kedipan sorot lampu. Bila kondisi itu tak terjadi, jangan emosi, segera kurangi kecepatan dan pastikan jarak yang aman saat Anda berpapasan dengan mobil tersebut.

Gunakan lampu jauh dengan sesuka hati, bila yakin keadaan jalan di depan mobil sepi dari kendaraan lain, baik pada jalur searah maupun jalur berlawanan.

– Jangan sekalipun memaksakan terus menerus menggunakan lampu jauh, apalagi di tambah lampu sorot bila mungkin mobil Anda dilengkapi lampu tambahan pada saat mobil dari arah depan juga melakukan kegiatan sama. Pantulan balik akibat benturan antar partikel cahaya berpeluang besar menciptakan kecelakaan.

– Kala hendak mendahului mobil di depan, beri kode dengan menyalakan beam sesaat. Ikuti dengan menyalakan sein kanan, sambil mulai menyalip bila lalu lintas memungkinkan. Pemberian kode dengan beam yang terlampau lama jelas akan mengganggu pengemudi di depan, yang ujungnya juga akan membahayakan diri sendiri.

Lampu jauh sepeda motor

– Sebaliknya, bila ada mobil lain yang membuntuti Anda dan terus menerus menyalakan beam sehingga amat mengganggu, jangan tanggapi dengan melipat spion di luar maupun di dalam mobil untuk menghilangkan silau lampu dari belakang tersebut. Ini justru membahayakan Anda, karena kondisi di belakang mobil tak terpantau dengan sempurna.

Peringatkan sopir di belakang dengan cara sesekali menginjak pedal rem hingga lampu belakang menyala tanpa menyebabkan laju mobil melambat. Bila tak berhasil, segera ambil posisi agak ke pinggir sembari menyalakan lampu sein kiri dan biarkan mobil tersbeut mendahului.


Sumber: http://tofaninoff.blogspot.com/2011/01/tolong-matikan-lampu-jauh-tuan.html

http://bataviatraffic.blogspot.com/2002/11/etika-menyalakan-lampu.html

http://www.pusat-mobil.net/2008/09/04/adab-menyalakan-lampu/ dan berbagai sumber

Comments»

1. myownlife1 - September 15, 2012

ane share di pesbuk ya… manfaat bener ini.🙂

2. add - February 9, 2013

sangat bermanfaat untuk para pengemudi

3. Jogja Sleeping Bag - August 6, 2013

artikel bermanfaat

4. Roy - September 30, 2013

Tidak hanya lampu jauh (high beam) yang bisa menyilaukan. Sekarang banyak mobil menggunakan lampu dekat (low beam) tidak standar dan terlalu terang sehingga menyilaukan pengendara dari arah depan…

Panji Mitiqo Al-Farouk - January 29, 2014

yup, foglamp pun sekarang banyak yang menyilaukan, salah mengarahkan sorotannya

5. Adinugroho - February 24, 2014

baik sekali, semoga banyak pengemudi yang membaca artikel ini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: