jump to navigation

DARI MUHAMMADIYAH UNTUK BANGSA November 17, 2010

Posted by Panji Mitiqo Al-Farouk in Motivasi Islam.
trackback

Saya sangat terkesan dengan iklan di televisi tentang Mu’tamar Muhammadiyah ke 46, yang diselenggarakan  3-5 Juli 2010 di Jogyakarta.  Temanya adalah “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa.” Dari iklan layanan masyarakat yang dipersembahkan oleh Muhammadiyah tersebut,  maka sesungguhnya memiliki makna terdalam bahwa Muhammadiyah di dalam berbagai kiprahnya adalah untuk bangsa. Dan itu berarti bahwa apa yang dilakukannya  merupakan bagian dari usaha Muhammadiyah untuk membangun bangsa dan Negara Indonesia.

Siapapun tentu tidak meragukan peranan Muhammadiyah dalam keterlibatannya untuk membangun bangsa. Muhammadiyah semenjak didirikan telah berkhidmah untuk bangsa. Saya ingin menyoroti peran Muhammadiyah dalam keterlibatannya dalam pembangunan bangsa.

Di antara yang sangat menonjol adalah tentang peran Muhammadiyah tentang pendidikan. Salah satu kelebihan Muhammadiyah dalam pendidikan adalah organisasi ini memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun pendidikan. Keseragaman dalam nomenklatur nama lembaga pendidikan ini juga menjadi kekuatan tersendiri di kalangan Muhammadiyah.

Kekuatan Muhammadiyah justru terletak pada keseragaman lembaga tersebut, sehingga semua lembaga pendidikan di bawah Muhammadiyah memiliki nama yang sama. SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah,  Universitas Muhammadiyah dan sebagainya. Makanya,  Muhammadiyah bisa menerapkan kebijakan yang sama tentang pendidikan di kalangan Muhammadiyah.

Untuk menyelenggarakan pendidikan  Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, SMP/Madrasah Tsanawiyah dan SMA/Madrasah Aliyah, maka semuanya bermuara pada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk menyelenggaraan pendidikan tinggi, maka semuanya kembali kepada Majelis Pendidikan tInggi. Semuanya menyatu di situ, sehingga varian lembaga pendidikannya relatif rendah. Maka, polarisasi tafsir kebijakan di kalangan lembaga pendidikan Muhammadiyah juga relatif rendah.

Sebagai organisasi yang dihuni oleh kebanyakan kaum intelektual, maka Muhammadiyah memang sudah menjadi organisasi modern. Salah satu indikasinya adalah pada kelayakan manajemennya yang sudah bertaraf modern tersebut. Melalui manajemen moderen yang sudah di dalam genggaman, maka lembaga-lembaga di bawah Muhammadiyah tampak sudah setaraf lebih maju. Hampir semua lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam semua levelnya sudah memasuki kawasan “maju”.

Jika kita menggunakan tolok ukur pendidikan tinggi, maka kebanyakan sudah masuk pendidikan tinggi maju. Ambil contoh Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Univeritas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan sebagainya.  Semuanya adalah perguruan tinggi moderen yang telah masuk dalam perguruan tinggi maju dalam kawasan Indonesia maupun Asia.   Demikian pula lembaga-lembaga pendidikan selevel dasar dan menengah.

Untuk menjadi moderen tentu tidak mudah. Kebanyakan organisasi keagamaan terjebak pada keinginan untuk mempertahankan tradisi-tradisinya yang lama dan sakral. Di tengah perdebatan untuk menjadi moderen di tengah tarikan tradisionalisme, maka Muhammadyah bisa melakukan terobosan cerdas. Antara lain adalah dengan menerapkan konsep yang jelas dalam bidang teologi dan ritual,  akan tetapi memacu modernitas dari sisi kelembagaannya. Akibatnya lembaganya menjadi modern dalam manajemen, akan  tetapi tetap rigid dalam teologi dan ritual.

Secara organisasional, Muhammadiyah memang beruntung sebab tidak pernah terlibat di dalam dunia politik yang sangat profan. Muhammadiyah tidak pernah menjadi partai politik. Muhammadiyah selalu berada di ruang netral politik. Secara organisasional Muhammadiyah berada dalam ruang netral politis. Jika ada orang Muhammadiyah bertindak dalam ruang politik, maka keterlibatan itu bercorak individual dan bukan organisasional. Makanya, Muhammadiyah secara organisasional menjadi tidak terlibat.      Akibatnya Muhammadiyah tidak pernah berhadapan dengan kekuatan politis, baik pemerintah maupun partai politik. Sehingga Muhammadiyah selalu selamat dalam perhelatan politis di negeri ini.  Dukungan politik yang diberikan oleh Muhammadiyah adalah dukungan individual dan bukan dukungan institusional.

Oleh karena itu, Muhammadiyah bisa mengembangkan lembaga pendidikannya, pengembangan pusat kesehatannya dan juga pengembangan lembaga ekonominya.

Dan di antara yang tentu saja membuat kita harus mengapresiasi organisasi ini adalah pengembangan pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai pendidikan tinggi. Dan  semua ini tentunya dilakukan untuk terlibat di dalam proyek kemanusiaan, mengembangkan sumber daya manusia.

Jadi, benar apa yang diungkapkan oleh iklan layanan masyarakat, “Dari Muhammadiyah Untuk Bangsa”.

Wallahu a’lam bi al shawab.

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si

dari: http://nursyam.sunan-ampel.ac.id/?p=1215

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: