jump to navigation

Islam dan duren (durian) May 22, 2010

Posted by Panji Mitiqo Al-Farouk in Nasihat Islami.
trackback

Apa yang Anda bayangkan ketika seseorang menyebutkan nama Duren atau Durian? (bukan Duren si Duda Keren ya…) ^_^

Ya, ketika kita denger Duren…. Hmmm…yummii… Apalagi Kalau orang tersebut menawarkannya kepada Anda … Free…makan sekenyangnya… waw.. tentu saja, bagi Anda penggemar Duren sejati pasti langsung happy… atau bahkan bersujud syukur kepadaNya…

Sekarang, Mari kita belajar dari Sang Duren….
Kadang kalau diperhatikan, kita bisa belajar beragama Islam dengan benar dari Karakter Duren tersebut. Sebelumnya mari kita kenali bahwa setidaknya ada Empat Unsur Karakter pada Buah Duren…

1. Kulit Duren
2. Isi (Daging) Duren
3. Rasa Duren
4. Biji Duren

Kalau kita perhatikan, ternyata hari ini ada orang yang beragama Islam lalu mereka hanya disibukkan mensyiarkan bahwa “Kulit Duren” itu harus “ditegakkan”. Mereka telah mengesankan bahwa Islam itu tajam, seram, dan menakutkan seperti “Kulit Duren”. Dengan kata lain, mereka sibuk mempopulerkan bahwa Islam itu ibarat “Kulit Duren”. Dan inilah golongan orang-orang yang Menegakkan Islam di titik SYARIATnya saja, hukum-hukum lahiriah saja…

Tapi di sisi lain, banyak juga orang yang berusaha mempopulerkan “Isi Duren”nya, yakni sang buah duren yang berada di dalam kulit Duren tersebut. Yap, Dagingnya!!!. Mereka berpandangan yang penting Daging Durennya. Buat apa sibuk mempopulerkan/mensyiarkan Kulit Duren kalau toh ternyata Duren tersebut tidak ada isi(daging)nya… waah pasti banyak yang kecewa. Nah, iniliah golongan orang-orang yang hanya berkutat di titik HAKIKAT lalu ia meremehkan SYARIAT. Bagi mereka “Yang penting isinya Bung !!! ” Padahal, kalau kita ditanya, apakah kita mau memetik Duren dari Pohon apabila Duren itu tidak berkulit?

Dan di sisi lain, ada juga yang terlalu fokus kepada “Rasa Duren” tersebut. Bagi mereka, buat apa sibuk mikirin Kulit dan Isi Duren kalaulah ketika kita memakan Buah Duren tersebut tetapi Rasa kita masih ingat kepada buah Jeruk atau Lainnya. Sehingga, bagi mereka, yang terpenting adalah “Rasa Duren” tersebut. Itu sebabnya kadang mereka meremehkan orang yang sibuk menikmati syariat dan hakikat dari keberagamaan seseorang. Inilah orang yang “sukses” di titik MA’RIFAT (kenal rasa) tapi kurang pas di titik-titik keberagamaan lainnya. Ma’rifat itu artinya “Kenal”. Dia Mengenali Rasa Beragama tapi ia sendiri tidak menjalani agama itu.

Nah, sahabat Duren Semesta, tentu saja Duren terbaik adalah Duren yang RASAnya ENAK, ISInya AMPEG (Lebih besar Dagingnya dibandingkan Bijinya), dan KULITnya kuat melindungi. Sebab Kualitas RASA juga sangat tergantung dari Kualitas DAGING dan KULIT Duren tersebut.

Maka tidak indah jika kita hanya sibuk di tataran syariat tapi lupa “olah rasa”, atau kita sibuk di tataran Hakikat tapi lupa terhadap syariat, atau kita sibuk di tataran Ma’rifat tapi kita meremehkan hakikat dan syariat, sebab jika demikian, maka kita pun tidak TOTAL dalam “Mengenal Sang Duren”.

Sehingga, yang terbaik adalal Ma’rifatud Duren secara TOTAL… baik dari sisi Kulit (Syariat), Bentuk Dagingnya (Hakikat), dan Rasanya (Ma’rifat)… nah setelah kita “Mengenal Karakter Duren” secara total (atas petunjuk Allah SWT via Al-Quran dan Sunnah) maka kita layak mempopulerkan Duren itu secara UTUH dan mensyiarkannya ke semesta dengan cara menanam BIJI duren tersebut di kebun kita dan di kebun-kebun saudara kita …

ya hidup ini seperti berkebun ya sahabat ^_^

Lalu bagaimana dengan Thoriqot? Thoriqot itu berasal dari Kata Thoriq yang berarti Jalan/Cara. Jadi, sebenarnya banyak CARA untuk mendapatkan DUREN itu secara UTUH. Maka pilihlah CARA yang sesuai petunjuk Rosulullah saw, agar Anda tidak hanya menikmati “DUREN” di kulitnya saja, atau di dagingnya saja, atau di rasanya saja. Carilah Thoriqot yang KAAFFAAH/SYAMIL/MENYELURUH
/TOTAL/KONPREHENSIF.

Artinya, jika Anda ingin bergabung dengan THORIQOT tertentu silakan saja, setelah Anda yakin bahwa itu THORIQOT yang SYAMIL. Hanya saja, Anda tidak boleh menganggap bahwa orang-orang di luar Thoriqot Anda masih berada di jalan kesesatan, kecuali terhadap orang-orang yang sudah jelas-jelas mengingkari Al-Quran dan Sunnah. Sehingga, sekecil apapun kesombongan hadir dalam diri orang yang berthoriqot, maka akan membuat ia semakin jauh dari SHIROOTHOL MUSTAQIIM….Jalan yang LURUS…

Artinya, jangan pernah merasa telah menemukan dan merasakan Duren Terbaik , lalu meremehkan Buah Duren yang tengah dinikmati oleh saudara-saudara kita, sebab, bukankah sebenarnya kita tengah menikmati DUREN yang SAMA?

http://cahaya-semesta.com/article/35027/duren-dalam-marifat-hakikat-syariat-dan-thoriqot.html

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: