jump to navigation

Adab Syuro’ (nasihat dari seorang sahabat, Yon Sigit) May 17, 2010

Posted by Panji Mitiqo Al-Farouk in Nasihat Islami, Uncategorized.
trackback

1. Niat ikhlas karena Allah semata.

2. Dimulai dengan dzikir kepada Allah, basmallah, tilawah Al Qur’an dan taujih.

3. Hadir tepat waktu, kecuali berhalangan.

4. Pimpinan syuro mengecek kehadiran peserta syuro, beserta alasan2x keterlambatan atau ketidakhadiran peserta yang lain agar tidak menimbulkan prasangka.

5. Menentukan waktu dimulai dan diakhirinya dan disiplin terhadap kesepakatan, kecuali ada yang sangat mendesak dibahas.

6. Peserta mengetahui agenda syuro yang akan dilaksanakan dan mempersiapkan bahan sesuai agenda (mas’ul memberi tahu terlebih dahulu)

7. Menentukan agenda syuro dan beriltizam dengannya serta tidak meninggalkan syuro kecuali ada keperluan mendesak dan lebih penting.

8. Pimpinan syuro harus benar2x menjaga waktu supaya agenda berjalan sesuai waktu dan tidak ada agenda yang tidak terbahas atau terburu-buru dalam pembahasan karena waktu hampir habis.

9. Pimpinan syuro harus bijak memelihara tatib, termasuk bijak dalam mempertimbangkan pendapat dan menyimpulkan dengan tepat.

10. Pimpinan syuro harus dapat mengarahkan pembahasan sesuai agenda, meringkas pembicaraan pada waktu mengungkapkan ide-ide, tidak mengulangi materi yang telah dibahas, tidak bertele-tele.

11. Harus dijaga supaya tidak ada seorangpun yang memotong pembicaraan, hal ini akan membuka peluang setan memecah belah peserta syuro.

12. Meminta ijin sebelum berbicara dan sabar menunggu giliran.

13. Menjaga adab-adab islam ketika berbicara, sehingga tidak melukai hati orang lain.

14. Dilarang keras kepala dalam mempertahankan pendapatnya karena mungkin ada pendapat lain yang lebih baik, dan juga jangan berkecil hati jika pendapatnya tidak diterima.

15. Amanah atau rahasia syuro harus dipelihara bersama.

16. Syuro hendaknya tidak terlalu lama sampai menegangkan syaraf dan meletihkan otak.

17. Ketika harus diambil keputusan melalui suara terbanyak, maka hendaknya angota syuro bertakwa kepada Allah, karena menyatakan pendapat atau menyokong pendapat adalah amanah, tanggung jawab dan persaksian yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

18. Meminta ijin jika hendak meninggalkan syuro.

19. Sebelum ditutup, hendaknya hasil2x syuro dibacakan ulang dan ditentukan waktu dan tempat pertemuan berikutnya.

20. Ditutup dengan doa kafaratul majlis.

Tambahan khusus :

1. Jika syuro melibatkan ikhwan dan akhwat, harap diperhatikan hijabnya.

2. Tidak memilih waktu syuro malam hari.

3. Jumlah peserta syuro harus proporsional agar tidak menimbulkan fitnah.

4. Menjaga adab berbicara baik ikhwan maupun akhwat agar tidak menimbulkan penyakit hati.

5. Serius, sebagaimana agenda yang ditetapkan, sehingga tidak dipenuhi gurauan.

6. Jika berhalangan hadir atau telat harus ijin / pemberitahuan terlebih dahulu kepada pimpinan syuro.

Sumber: Al Qiyadah wal jundiyah -syaikh mushthafa masyur, dengan beberapa perubahan

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: