jump to navigation

JIHAD May 14, 2010

Posted by Panji Mitiqo Al-Farouk in Dunia Islam.
trackback

Jihad, kata tersebut sering kita dengar, yang mengarah kepada suatu hal yang dikerjakan dengan kesungguhan, kerja keras dan yang sejenisnya.
Dalam pelaksanaan aturan Allah kalau tidak ada perjuangan bisa dipastikan tidak akan berhasil. Dalam suatu perjuangan tanpa ada pengorbanan tidak akan bisa terlaksana, dengan kata lain untuk melaksanakan aturan Allah diperlukan suatu pengorbanan dari tiap diri manusia itu. Pengorbanan (sesuai dengan aturan Allah) yang dilakukan pun tidak akan sia-sia, karena semua pengorbanan yang dilakukan akan dibalas dengan sesuatu yang lebih baik.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang -orang yang berjihad di antara kamu dan mereka yang tidak mengambil teman setia selain Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman? Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS 9: 16)
“Maka janganlah engkau ikuti orang-orang kafir dan berjihadlah menghadapi mereka dengan Al Qur’an dengan perjuangan yang besar.” (QS 25: 52)
Apa yang mesti kita perjuangkan? Tidak lain yaitu keimanan kita, agar kita tidak menyalahi aturan atau ayat-ayat Allah yang dapat menjadikan kita termasuk kepada orang-orang kafir.
“Katakanlah, ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, kaum kerabatmu, harta kekayaan yang kamu peroleh, perniagaan yang kamu khawatir merugi, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak menunjuki kaum yang fasik.” (QS 9:24)
Ayat di atas mengabarkan pada kita bahwa hal-hal yang disebutkan itu merupakan yang dapat menghambat kita di dalam melaksanakan ayat-ayat Allah kalau terlalu dicintai. Orang-orang terdahulu (bapak-bapakmu) yang melakukan kebiasaan-kebiasaan yang kebanyakan itu menyalahi aturan Allah dan itupun diturunkan kepada kita sebagai anak-anaknya. Hanya karena anak terkadang kita dapat menyalahi aturan Allah dikarenakan begitu sayangnya, terkadang kita melindungi atau menutupi kesalahan yang diperbuat oleh anak (dengan kebohongan), begitu pula dengan pasangan kita. Apalagi dengan yang namanya harta yang kita peroleh, terkadang kita merasa bahwa kitalah yang memilikinya, hasil dari kerja keras kita. Jangan sampai kita terlambat memahami itu semua yang akan mengakibatkan kita menerima keputusan dari Allah (berupa kerugian bagi kita) yang disebabkan oleh perbuatan kita sendiri.
“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, tidak akan minta izin untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap orang-orang yang taqwa. Sesungguhnya yang akan minta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, dan mereka ragu-ragu, sedangkan mereka dalam keragu-raguan.”(QS 9: 44-45)
Ditegaskan di sini bahwa orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir itu tidak akan meminta izin untuk tidak ikut berjihad. Kita tanya pada diri kita sendiri, apakah kita termasuk orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir atau sebaliknya?
Kerahkanlah semua kemampuan kita di dalam berjihad di jalan Allah, agar kita tidak digolongkan kepada orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir, kalau kita sampai tidak melakukan itu kecelakan akan menimpah kita. Janganlah tanggung-tanggung karena kalau begitu kita akan digolongkan kepada orang yang masih dalam keraguan dalam melaksanakan aturan Allah ini.
“Hai orang-orang beriman, barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang kafir, mereka berjihad pada jalan Allah, dan mereka tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS 5: 54)
Ayat di atas diseru kepada orang-orang beriman, siapa yang murtad (mundur) dalam menjalankan aturan Allah, bukan suatu masalah bagi Allah karena Allah tidak membutuhkan bantuan dari siapapun, walaupun tidak ada manusia yang melaksanakan perintahnya, sebaliknya kitalah sebagai mahluk-Nya yang membutuhkan Allah. Karena walaupun sekarang ini tidak ada yang mau melaksanakan aturan Allah, Allah bisa mendatangkan suatu kaum yang mau melaksanakan aturan Allah.
“Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya dia berjihad untuk dirinya. Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.”(QS 29: 6)
Usaha yang kita lakukan tidak akan sia-sia dan semua itu pun hanya untuk diri kita sendiri. Allah akan melebihkan derajat seseorang yang mau berjihad di jalan Allah dan akan mendapatkan keberuntungan.
Untuk mempertahankan sesuatu hal diperlukan suatu pengorbanan, dalam posisi kita sekarang cara perjuangan yang harus kita lakukan agar kita tidak termasuk kepada golongan yang merugi yaitu dengan cara melaksanakan aturan Allah ini yang diawali dengan mempelajarinya dengan cara menela’ah Al Qur’an oleh masing-masing pribadi dengan menggunakan semua yang telah Allah berikan kepada kita, karena diri kita lah yang akan menerim balasannya bukan orang lain. Itulah yang harus kita pahami bahwa kita lah yang akan menaggung semua yang kita lakukan.
Wassalam.

dari: http://www.facebook.com/profile.php?id=1633896172&v=wall&story_fbid=123694884323636#!/?sk=messages&tid=1130663724889

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: