jump to navigation

Kelebihan dan Kekurangan Mesin Diesel October 1, 2010

Posted by Panji Mitiqo Al-Farouk in Dunia Otomotif.
trackback

Mesin diesel lebih besar dari mesin bensin dengan tenaga yang sama karena konstruksi berat diperlukan untuk bertahan dalam pembakaran tekanan tinggi untuk penyalaan. Dan juga dibuat dengan kualitas sama yang membuat penggemar mendapatkan peninkatan tenaga yang besar dengan menggunakan mesin turbocharger melalui modifikasi yang relatif mudah dan murah. Mesin bensin dengan ukuran sama tidak dapat mengeluarkan tenaga yang sebanding karena komponen di dalamnya tidak mampu menahan tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk modifikasi mesin dengan biaya murah.

Kekurangannya hanya terletak suara yang berisik juga pada bobot dan dimensi yang 2x lebih berat & besar dr mesin bensin, dikarenakan komponen mesin diesel yang di design kuat utk menahan kompresi tinggi, begitu juga akselerasi yang lemot namun bisa di perbaiki melalui penambahan Turbo ato Supercharger

Penambahan turbocharger atau supercharger ke mesin meningkatkan ekonomi bahan bakar dan tenaga. Rasio kompresi yang tinggi membuat mesin diesel lebih efisien dari mesin menggunakan bensin. Peningkatan ekonomi bahan bakar juga berarti mesin diesel memproduksi karbon dioksida yang lebih sedikit.

TEKNOLOGI DIESEL COMMONRAIL (DIESEL MODERN)

Teknologi “Common Rail” bak dewa bagi mesin diesel modern. Dengan common rail, mesin diesel masuk ke mobil-mobil kelas eksklusif atau mobil-mobil premium seperti Jaguar dan BMW Seri 7. City car juga tidak luput dari godaan mesin diesel dengan teknologi terbaru tersebut.

Sebagai contoh, Fiat sudah berhasil membuat mesin diesel 1.300 cc bertenaga 70 hp dengan konsumsi bahan bakar 3-4 liter/100 km atau rata 25 km/liter. Jadi mesin diesel bukan lagi hanya milik komunitas truk dan bus berukuran besar atau alat-alat berat dan kapal.

Di Indonesia juga sudah ada beberapa ATPM menjajakan kendaraannya dengan mesin diesel common rail. Mulai dari double cab sampai minivan menengah, seperti Kijang Innova. Sayangnya, konsumen kendaraan bermesin diesel common rail kesulitan mendapatkan bahan bakar sesuai dengan standar yang telah ditentukan produsennya.

Pasalnya, Pertadex yang saat ini cuma dipasarkan oleh Pertamina, makin sulit diperoleh. Di samping itu, harganya paling mahal dibandingkan dengan bahan bakar minyak lain. Padahal di Jerman, bahan bakar diesel moderen di bawah harga bensin terbaik.

Karena itulah, konsumen rela merogoh kocek lebih banyak untuk mendapat kendaraan bermesin diesel. Sebab, setelah dua tahun, mereka akan kembali mendapatkan nilai ekonomisnya dibandingkan mobil bermesin bensin.

DIESEL Vs BENSIN

Sebelum mendalami common rail, kita bahas dulu tentang mesin yang digunakan secara umum sekarang ini berdasarkan bahan bakar minyak. Untuk ini, hanya ada dua jenis, yaitu bensin dan diesel atau kita menyebutnya solar.

Di kalangan orang teknik, mesin diesel dikenal dengan CI (compression ignition) atau mesin dengan penyalaan kompresi. Sedangkan mesin bensin disebut SI (spark ignition), mesin dengan penyalaan bunga api (busi).

Pada mesin diesel, pembakaran dipicu oleh udara yang dimampatkan atau dikompresi di dalam silinder. Akibat pemampatan itu, tekanan udara menjadi sangat tinggi. Begitu juga suhunya, mencapai titik bakar solar. Karena itu, begitu solar disemprotkan ke udara itu, langsung terbakar. Dengan cara ini, mesin diesel tidak memerlukan sistem penyalaan atau percikan bunga api.

Untuk mendapatkan tekanan tingi itu, perbandingan kompresi harus tinggi. Untuk mesin diesel, berkisar 16 – 25: 1. Sedangkan mesin bensin 6 – 12 : 1. Perbandingan kompresi menentukan efisiensi kerja mesin. Makin tinggi perbandingan kompresi, lebih efisien sebuah mesin. Meski begitu, perbandingan kompresi tidak bisa ditentukan begitu saja. Harus juga mempertimbangkan sifat dan kualitas bahan bakar yang akan digunakan

DIESEL COMMONRAIL Vs DIESEL CONVENSIONAL

Perbedaan antara mesin diesel modern, common rail dengan konvensional adalah cara memasok bahan bakarnya. Terutama, komponen yang berada antara pompa injeksi dan injektor. Ada dua komponen utama di sini, yaitu pompa injeksi atau mekanik awam menyebutnya Bosch pump dan injektor.

Diesel Konvensional

Fuel System Diesel Konvensional

Diesel Common-Rail (Diesel Modern)

Diesel Common-Rail (Diesel Modern)

Cara kerja common rail layaknya seperti konsep hidup bersama. Dalam hal ini, semua injektor yang bertugas memasok solar langsung ke dalam mesin, menggunakan satu wadah atau rel yang sama dari Pompa Injector. Caranya sama dengan yang digunakan pada sistem injeksi bensin. Sedangkan mesin diesel konvensional, setiap injektor memiliki pasokan solar sendiri-sendiri langsung dari pompa injeksi. (perhatikan skema)

Tekanan bahan bakar dalam rel sangat tinggi. Sekarang, yaitu common rail generasi ke-3, tekananya sudah mencapai 1800 bar. Kalau dikonversi ke PSI yang masih digunakan sekarang menjadi 26.100 PSI. Bandingkan dengan tekanan ban 30 PSI. Atau tabung elpiji 25 bar dan CNG 200 bar. Dengan tekanan setinggi tersebut, pengabutan yang dihasilkan tentu saja semakin bagus. Pembakaran yang dihasil menjadi lebih dan kerja mesin makin efisien. That’s Why mesin Diesel Common Rail Direct Injection macem Ford Ranger/Nissan Navara/Chevrolet Captiva VCDI lebih terlihat minim asap hitam ketimbang mesin Diesel Jadul

Sesuai dengan perkembangan mesin Diesel, Para ahli mngembangkan sistem yang paling mutakhir pada mesin Diesel yakni yang dikenal dengan CRDI (Common Rail Direct Injection) teknologi ini telah digunakan oleh Chevrolet Captiva Diesel CRDI/VCDI dengan kapasitas mesin 2000cc 16 katup segaris memuntahkan tenaga 150 Daya Kuda pada kitiran 4000 Rpm dengan torsi max 320 Nm pada kitiran 2000 Rpm Wow! fantastis! tenaga besar namun efisien.

Captiva Diesel Sport

VCDI Chevrolet Captiva

Bandingkan dengan versi mesin bensinnya 2400cc segaris 16 katup yg memuntahkan tenaga 142 Daya Kuda pada kitiran 5,200rpm and a torsi maksimum 220Nm pada putaran 4,000rpm.

Ilmu bermanfaat ini dari: http://azerfrema.blogspot.com/2010/01/kelebihan-kekurangan-mesin-diesel.html

About these ads

Comments»

1. Aris othonx - January 6, 2011

Hpcr (high pressure common rail)
Komatsu HD785-7
Salam kenal… Aris

Panji Mitiqo Al-Farouk - January 7, 2011

siip, diesel teknologi terbaru :)

2. bagas - February 9, 2011

memang diesel lebih efisien dan memiliki power yang sama dengan bensin..tapi jika dilihat lebih jauh dan tidak diketahui oleh para konsumen awam ternyata mesin diesel tetap menghasilkan gas buang yang lebih berbahaya ketimbang bensin,dikarenakan jumlah kalor yang dihasilkan lebih besar daripada bensin.Inilah yang mengakibatkan kadar gas buang yang keluar lebih banyak ketimbang bensin…(untuk lebih jelasnya search di google}
Sebenarnya para produsen di Eropa menginginkan adanya penghematan dari segi pemakaian bahan bakar,sehingga ada anggapan kendaraan bensin sudah tidak ramah lingkungan, boros, dan tidak bisa dimodifikasi. Tetapi hal itu salah, karena para ilmuwan juga sudah menemukan teknologi Gasoline Direct Injection yang artinya kendaraan bermesin bensin akan memiliki mesin yang lebih efisien dan lebih bertenaga lagi daripada mesin diesel…..
Jadi anggapan bahwa diesel akan menggusur bensin itu adalah salah, dikarenakan sampai sekarang gas buang diesel masih berbahaya daripada bensin karena kadar gas buangnya yang lebih besar…

3. Panji Mitiqo Al-Farouk - February 11, 2011

insya ALlah kang :), mesin diesel dan mesin bensin memiliki kelebihan dan kekurangan masing2 dan memiliki kadar gas buang yang sama2 berbahaya, oleh sebab itu mobil2 sekarang sudah beralih ke mesin hybrid, bahkan electric seperti mit i-miev, toyota prius dll.
standar gas buang bisa diukur dengan standar EURO.

4. Duwi - March 6, 2011

Ot0motif maju terus pantang mundur!!

Panji Mitiqo Al-Farouk - March 28, 2011

siip :-)

5. jalal alkaromi - July 8, 2012

V lok msalh gas buangny gmn bos

6. anp - May 30, 2013

berarti cara keja nya ada pengijeksian awal untuk menciptakan ledakan kecil lalu beberapa derajat setelah nya ada penginjeksinan lagi ya????????

dan penginjeksian yang ke dua berapa derajat, sebelum atau sesudah TMA

DI TUNGGU JAWABAN NYA OM…….

7. Tian Schimictz - July 31, 2013

kualitas kendaraan tergantung dari perawatanya juga teru tama d bagian filterisasinya,,,,
kalo mampu memaksimalkan sistemfilterisasi yg benar:” mampu mengurangi emisi dari pembakaran tersebut
akan menghasilkan gas buang yg tidak terlalu berlebih dan berbahaya..

Panji Mitiqo Al-Farouk - January 29, 2014

setuju kang :).. dan servis rutin di bengkel resmi :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: